Pastikan kamu siap membaca ini sampai selesai.
Aku menulis ini bukan karena aku membencimu, tapi karena aku terlalu mencintaimu dengan hati yang utuh.
Aku memberikan segalanya — waktu, perasaan, dan harapanku hanya untukmu. Aku percaya kamu adalah rumahku.
Kamu memilih untuk tidak mengakui aku sebagai lelakimu. Padahal hatiku sudah sepenuhnya milikmu.
Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mencintai seseorang yang bahkan ragu untuk menyebut namaku bersamanya.
Mungkin kamu berpikir aku tidak tahu apa-apa...
Tapi aku melihat semuanya. Dan ini adalah awal dari kenyataan yang harus kita hadapi.
Aku berusaha memaklumi, berusaha sabar, berharap suatu hari kamu akan berubah. Tapi harapan itu perlahan mati.
Aku tidak ingin lagi menjadi pilihan kedua atau rahasia yang disembunyikan. Aku pantas mendapatkan lebih dari ini.
Hari ini, dengan berat hati namun penuh kesadaran, aku memutuskan untuk melepaskan semua yang pernah kuharapkan darimu.
Ada hal-hal yang perlu kamu lihat. Bukan untuk mempermalukanmu, tapi agar kamu mengerti mengapa aku sampai di titik ini.
Semua tersimpan rapi. Tidak ada yang bisa diingkari lagi.
Ini semakin mengonfirmasi bahwa aku tidak pernah dianggap.
Aku menjaga aibmu selama ini. Kini biarkan bukti ini berbicara.
Semua sudah jelas. Tidak ada lagi ruang untuk penyangkalan.
Ini adalah pengingat terakhir dari semua yang pernah terjadi.
Ra, sejahat-jahatnya manusia masih bisa dimaafkan. Aku masih memaafkan kamu atas kesalahan yang pernah dibuat, termasuk berbohong kepadaku. Aku jaga aib kamu, tapi kumohon jaga aibku.
Kita selesai sampai disini. Jika Tuhan mengizinkan, aku tak akan mengejar kamu lagi. Biarlah kamu dengan pilihanmu sendiri. Jangan cari aku lagi. 👋